|
BANYAK cara untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. Salah satunya adalah dengan terapi detoksifikasi jus buah dan sayuran. Nutrisi terkandung di dalam jus mampu meningkatkan daya tahan serta mengeluarkan racun dari dalam tubuh.
Gaya hidup back to nature sedang menjadi tren di masyarakat yang sadar pentingnya menjaga kesehatan tubuh. Seperti pola makan dan minum. Jika dulu orang merasa bangga dengan minum-minuman bersoda ataau beralkohol, mereka mulai beralih ke minuman kesehatan seperti jus buah dan sayuran. Bukan tanpa alasan karena di dalam buah dan sayuran terdapat beragam zat gizi, terutama vitamin, mineral, serat dan fitonutrien. Tubuh memerlukan zat ini untuk menjaga dan memelihara kesehatan. Buah juga tinggi kandungan air sehingga mampu memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit tubuh. Tinginya serat di dalam sayuran dan buah juga mampu mengikat senyawa beracun. Air dan serat di dalam jus buah dan sayuran bisa digunakan sebagai media terapi detoksifikasi pada saluran pencernaan. Dengan terapi detoks, tubuh akan dibersihkan dari zat yang bersifat karsinogen penyebab kanker.
APA ITU DETOKSIFIKASI ?
Detoksifikasi (detoks) adalah proses pengerluaran toksin yang ada di dalam tubuh. Dalam proses pencernaan, tubuh akan memadatkan makanan yang tidak dicerna sepanjang usus halus. Proses ini akan merangsang keluarnya lendir dari dinding usus. Kotoran kemudian akan terfermentasi dan akan membusuk menghasilkan gas beracun. Gas ini tentu sangat berbahaya jika terserap oleh tubuh. Dampaknya bisa menggangu kesehatan tubuh seperti memicu timbulnya sel kanker.
Agar saluran pencernaan bersih dari sisa-sisa pencernaan dan zat berbahaya, sesekali tubuh perlu di lakukan detoks. Detoksifikasi bisa dilakukan dengan memberikan air putih atau dengan jus buah dan sayuran. Selama proses detoks sebaiknya jangan mengkonsumsi bahan pangan sumbe protein hewani tinggi seperti daging, susu dan telur. Mengingat bahan pangan ini akan membuat feses menjadi padat sehingga proses detoks kurang optimal hasilnya.
DETOKS JUS BUAH DAN SAYURAN
Selain dengan air putih, detoks bisa dilakukan dengan jus buah dan sayuran. Menurut Dr. Rachmad, kombinasi puasa dengan detoks jus buah dan sayuran dapat memberi manfaat optimal. Dengan puasa saluran cerna diberikan kesempatan untuk beristirahat. Proses detoks sebaiknya dilakukan selama tiga hari. Dalam rentang waktu ini, tubuh hanya diberikan air mineral dan jus buah dan sayuran. Jus buah dan sayuran memberikan kandungan gizi yang melimpah. Mengungat di dalam buah dan sayuran terkanduung hampir semua zat gizi yang diperlukan tubuh. Mulai dari protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral dan air. Meskipun aman, terapi detoks tidak disarankan dalam waktu yang lama karena akan menyebabkan tubuh kekurangan zat gizi tertentu.
Detok jus buah dan sayuran disarankan menggunakan jus yang dibuat dengan cara diblender bukan menggunakan juice extractor. Proses jus yang diblender masih menyisakan serat sehingga saluran cerna masih bisa menjalankan kerjanya dengan mencerna serat. Pilih sayuran dan buah yang banyak mengandung air seperti semangka, jambu air, melon, apel, anggur, stroberi, nanas, kiwi, daun selada, wortel, mentimun, dan tomat. Buah yang tinggi kalori, lemak, dan asam serta mengandung gas seperti durian, kol, kedondong dan nangka kurang disarankan karena dapat menggangu saluran pencernaan.
MANFAATNYA
Mengkonsumsi jus buah dan sayuran tubuh akan mendapatkan sumber cairan, vitamin, mineral, karbohidrat dengan glikemik indek rendah dan sumber senyawa fitokimia. Jus juga sumber serat yang bermanfaat untuk memperlancar proses pencernaan, mengikat racun dalam tubuh dan memberikan rasa kenyang. Sangat baik bagi Anda yang sedang menjalani diet. Jus sayuran dan buah mengandung beragam mineral, sepeti kalsium, magnesium, fosfor, besi, dan potasium. Walaupun diperlukan dalam jumlah kecil, mineral ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh.
Hasil Penelitian National Academy of Sciences, memaparkan manfaat jus buah dan sayuran. Hasil penelitiannya menunjukan jus mengandung senyawa fitokimia yang dapan menurunkan risiko kanker. Di dalam jus juga kaya akan vitamin A, C dan E, golongan vitamin antioksidan. Antioksidan ini dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner, stroke, katarak dan mencegah kerusakan sel pankreas. Vitamin, seperti vitamin C di dalam jus mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan menghindari tubuh dari serangan infeksi. Jus buah tertentu seperti jus jeruk sangat kaya akan asam folat, asam yang bermanfaat mengurangi risiko bayi lahir cacat, sangat baik dikonsumsi ibu hamil.
Sumber : myhobbyblogs.com
|